By : Dini
Langit tampak tak seceria biasanya
Kali ini ia tampak muram dan gundah
Entah apa yang sedang ada dibenaknya
Namun ekspresinya seakan mewakili perasaanku saat ini
Kali ini ia tampak muram dan gundah
Entah apa yang sedang ada dibenaknya
Namun ekspresinya seakan mewakili perasaanku saat ini
Mataharipun turut bersembunyi
Seakan ia enggan menampakkan wujudnya
Ah...
Mungkin ia sedang beristirahat
Mungkin ia lelah dengan hari-harinya
Selalu sendiri, namun tetap berusaha menampakkan sinarnya
Sudah lama ia menyimpan kesendiriannya, kesedihannya, kegelisahannya
Namun... tak satupun yang menyadarinya
Semua menilai ia dari wujud luarnya
Tetapi tak satupun berusaha untuk memahami hatinya
Seakan ia enggan menampakkan wujudnya
Ah...
Mungkin ia sedang beristirahat
Mungkin ia lelah dengan hari-harinya
Selalu sendiri, namun tetap berusaha menampakkan sinarnya
Sudah lama ia menyimpan kesendiriannya, kesedihannya, kegelisahannya
Namun... tak satupun yang menyadarinya
Semua menilai ia dari wujud luarnya
Tetapi tak satupun berusaha untuk memahami hatinya
Jam menunjukkan pukul 3:52 sore
Akupun masih bertahan dengan pikiran-pikiranku yang membutuhkan pelukan
Kulihat kedalam diriku
Yang kumiliki hanyalah aku, dan saya
Tidak ada kita, ataupun kamu
Tidak ada pundak, bahkan jari-jemari lembut
Untuk menadah gerimis yang kuciptakan sewaktu-waktu
Akupun masih bertahan dengan pikiran-pikiranku yang membutuhkan pelukan
Kulihat kedalam diriku
Yang kumiliki hanyalah aku, dan saya
Tidak ada kita, ataupun kamu
Tidak ada pundak, bahkan jari-jemari lembut
Untuk menadah gerimis yang kuciptakan sewaktu-waktu
Masih kek gitu ta tor??
BalasHapusPerlahan-lahan membaik. Jangan khawatir. Tapi, dari lubuk hati paling dalam saya ingin mengucapkan, terima kasih atas kepedulianmu:') Tuhan memberkatimu
Hapus