Dalam sistem koordinasi diperlukan
tiga komponen agar fungsi koordinasi dapat berlangsung, yaitu reseptor,
konduktor, dan efektor.
Reseptor adalah bagian tubuh yang
berfungsi sebagai penerima rangsangan. Bagian yang berfungsi sebagai penerima rangsangan
tersebut adalah indra.
Konduktor adalah bagian tubuh yang
berfungsi sebagai penghantar rangsangan. Bagian tersebut adalah sel - sel saraf
(neuron) yang membentuk sistem saraf. Sel - sel saraf ini ada yang berfungsi
membawa rangsangan ke pusat saraf ada juga yang membawa pesan dari pusat saraf.
Efektor adalah bagian tubuh yang
menanggapi rangsangan, yaitu otot dan kelenjar (baik kelenjar endokrin dan
kelenjar eksokrin). Keterkaitan ketiga komponen tersebut dapat kita buat skema
sederhana seperti berikut.
Nah, dari skema di atas tampak jelas
bahwa antara sistem saraf dan indra sangat erat kaitannya dalam sistem
koordinasi. Berikut ini akan kita bahas mengenai sistem saraf dan indra
tersebut.
Sebagai sistem koordinasi, sistem
saraf mempunyai fungsi:
- Pengendalian kerja alat - alat tubuh agar bekerja
serasi.
- Alat komunikasi antara tubuh dengan lingkungan di luar
tubuh, yang dilakukan oleh ujung saraf pada indra, dan lingkungan dalam
tubuh.
- Pusat kesadaran, kemauan, dan pikiran. Untuk
melaksanakan fungsi tersebut maka sistem saraf tersusun oleh berbagai
organ, jaringan dan juga komponen terkecil yaitu sel.
Sistem saraf tersusun oleh komponen
- komponen terkecil yaitu sel - sel saraf atau neuron. Neuron inilah yang
berperan dalam menghantarkan impuls (rangsangan). Sebuah sel saraf terdiri tiga
bagian utama yaitu badan sel, dendrit dan neurit (akson). Lihat Gambar 3.1
Badan sel saraf mengandung inti sel
dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi sebagai
penyedia energi untuk membawa rangsangan.
Dendrit adalah serabut - serabut
yang merupakan penjuluran sitoplasma. Pada umumnya sebuah neuron mempunyai
banyak dendrit dan ukuran dendrit pendek. Dendrit berfungsi membawa rangsangan
ke badan sel.
Neurit atau akson adalah serabut -
serabut yang merupakan penjuluran sitoplasma yang panjang. Sebuah neuron
memiliki satu akson. Neurit berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel ke
sel saraf lain. Neurit di bungkus oleh selubung lemak yang disebut myelin yang
terdiri atas perluasan membran sel Schwann. Selubung ini berfungsi untuk
isolator dan pemberi makan sel saraf. Antara neuron satu dengan neuron satu
dengan neuron berikutnya tidak bersambungan secara langsung tetapi membentuk
celah yang sangat sempit. Celah antara ujung neurit suatu neuron dengan dendrit
neuron lain tersebut dinamakan sinapsis (lihat Gambar 3.2). Pada bagian sinaps
inilah suatu zat kimia yang disebut neurotransmiter (misalnya asetilkolin)
menyeberang untuk membawa impuls dari ujung neurit suatu neuron ke dendrit
neuron berikutnya.
Berdasarkan bentuk dan fungsinya
neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
Neuron sensorik adalah neuron yang
membawa impuls dari reseptor (indra) ke pusat susunan saraf (otak dan sumsum
tulang belakang).
Neuron motorik adalah neuron yang
membawa impuls dari pusat susunan saraf ke efektor (otot dan kelenjar).
Neuron konektor adalah neuron yang
membawa impuls dari neuron sensorik ke neuron motorik.
Pada umumnya kita menggerakkan
bagian badan karena kemauan kita atau atas perintah otak. Menulis, membuka
payung, mengambil makanan atau berjalan merupakan contoh gerak yang kita
sadari, sehingga gerak semacam ini disebut gerak sadar. Pada gerak sadar ini,
gerakan tubuh dikoordinasi oleh otak. Rangsangan yang diterima oleh reseptor
(indra) disampaikan ke otak melalui neuron sensorik.
Di otak rangsangan tadi diartikan
dan diputuskan apa yang akan dilakukan. Kemudian otak mengirimkan perintah ke
efektor melalui neuron motorik. Otot (efektor) bergerak melaksanakan perintah
otak. Secara ringkas lintasan/jalan gerak sadar tersebut dapat kita buat skema
sebagai berikut.
Kadang-kadang bagian tubuh kita juga
melakukan suatu gerakan yang terjadinya secara tiba - tiba tanpa disadari.
Misalnya saat lutut kita di ketuk / di pukul pada bagian tendon (lihat Gambar
3.4). Akibatnya secara tidak sadar, kaki kita akan menyentak. Gerakan yang
dilakukan oleh kaki tersebut terjadi secara tiba - tiba dan tidak diperintah
oleh otak. Gerak semacam ini disebut gerak refleks. Secara ringkas lintasan
gerak refleks dapat kita buat skema sebagai berikut.
Tapi kalian harus tahu bahwa
jalannya impuls gerak refleks ada dua macam yaitu lintasan refleks spinalis dan
lintasan refleks cranialis. Lintasan refleks spinalis yaitu lintasan gerak
refleks yang melalui sumsum tulang belakang. Contohnya gerakan mengangkat kaki
secara tiba-tiba saat lutut kita dipukul. Sedangkan lintasan cranialis yaitu
bila lintasan gerak refleks melalui otak, tetapi otak memberikan tanggapan
secara langsung tanpa kesadaran manusia. Contoh gerak refleks yang melalui
lintasan cranialis adalah gerak mengecilnya pupil mata apabila mata menerima
cahaya yang terang. Untuk mengetahui gerak refleks lakukan kegiatan berikut.
Jutaan sel - sel saraf bergabung
membentuk suatu sistem yang dinamakan sistem saraf. Sistem saraf manusia
terdiri dari susunan saraf pusat dan susunan saraf tepi. Susunan saraf pusat
terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang sedangkan susunan saraf tepi
tersusun atas serabut - serabut saraf yang menuju ke susunan saraf pusat dan
dari susunan saraf pusat ke seluruh tubuh. Perhatikan skema sistem saraf
manusia berikut.
Otak terletak di rongga tengkorak
dan dibungkus oleh tiga lapis selaput kuat yang disebut meninges. Selaput
paling luar disebut duramater, paling dalam adalah piamater dan yang tengah
disebut arachnoid. Di antara ketiga selaput tersebut terdapat cairan
serebrospinal yang berfungsi untuk mengurangi benturan atau goncangan.
Peradangan yang terjadi pada selaput ini dinamakan meningitis. Penyebabnya bisa
karena infeksi virus. Otak manusia terbagi menjadi tiga bagian yaitu otak besar
(cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak.
Otak besar manusia terletak di dalam
tulang tengkorak. Otak besar memiliki permukaan yang berlipat-lipat dan terbagi
atas dua belahan. Belahan otak kiri melayani tubuh sebelah kanan dan belahan
otak kanan melayani tubuh sebelah kiri. Otak besar terdiri atas dua lapisan.
Lapisan luar berwarna kelabu disebut korteks, berisi badan - badan sel saraf.
Lapisan dalam berwarna putih berisi serabut - serabut saraf.
Otak besar berfungsi sebagai pusat
kegiatankegiatan yang disadari seperti berpikir, mengingat, berbicara, melihat,
mendengar, dan bergerak.
Otak kecil terletak di bawah otak
besar bagian belakang. Susunan otak kecil seperti otak besar. Terdiri atas
belahan kanan dan kiri serta terbagi menjadi dua lapis. Lapisan luar berwarna
kelabu dan bagian dalam berwarna putih. Belahan kanan dan kiri otak kecil
dihubungkan oleh jembatan Varol. Otak kecil berfungsi untuk mengatur
keseimbangan tubuh dan mengkoordinasi kerja otot - otot ketika kita bergerak.
Sumsum lanjutan membentuk bagian
bawah batang otak serta menghubungkan pons Varoli dengan sumsum tulang
belakang. Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai:
- pusat pengendali pernapasan,
- menyempitkan pembuluh darah,
- mengatur denyut jantung,
- mengatur suhu tubuh.
Sumsum tulang belakang terdapat
memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas - ruas tulang leher
sampai ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga di bungkus oleh
selaput meninges.
Bila diamati secara melintang,
sumsum tulang belakang bagian luar tampak berwarna putih (substansi alba) dan
bagian dalam yang berbentuk seperti kupu - kupu, berwarna kelabu (substansi
grissea). Pada bagian yang berwarna putih banyak mengandung akson (neurit) yang
diselimuti myelin. Bagian ini untuk menghantarkan impuls menuju otak dan dari
otak menuju efektor. Bagian yang berwarna kelabu mengandung serabut saraf yang
tidak ada myelinnya. Bagian ini dibedakan dua yaitu akar dorsal atau akar
posterior dan akar ventral atau akar anterior. Akar dorsal mengandung neuron
sensorik dan akar ventral mengandung neuron motorik.
Sumsum tulang belakang berfungsi
untuk:
- menghantarkan impuls dari dan ke otak,
- memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.
Susunan saraf tepi tersusun atas
serabut - serabut saraf dari dan ke pusat susunan saraf. Susunan saraf tepi
berupa 12 pasang serabut saraf dari otak dan 31 pasang serabut saraf dari
sumsum tulang belakang.
Saraf otak terdapat pada bagian
kepala yang keluar dari otak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang
tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang, berhubungan erat dengan otot
mata, telinga, hidung, lidah dan kulit. Kedua belas pasang urat saraf otak
tersebut secara ringkas tercantum dalam Tabel 3.1 berikut.
Dari kedua belas saraf otak tersebut
dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu:
- saraf sensorik : saraf nomor I, II, VIII
- saraf motorik : saraf nomor III, IV, VI, XI, XII
- saraf gabungan sensorik dan motorik : saraf nomor
V, VII, IX, dan X
Ada saraf yang memiliki jangkauan
fungsi sangat luas yaitu saraf nomor X (saraf vagus). Sehingga disebut saraf
pengembara. Sifat kerja saraf vagus seperti saraf parasimpatik.
Saraf sumsum tulang belakang
berjumlah 31 pasang yang keluar dari:
- Ruas - ruas tulang leher : 8 pasang
- Ruas - ruas tulang punggung : 12 pasang
- Ruas - ruas tulang pinggang : 5 pasang
- Ruas - ruas tulang kelangkang : 5 pasang
- Ruas - ruas tulang ekor : 1 pasang
Semua saraf sumsum tulang belakang
bersifat campuran artinya saraf ini untuk meneruskan impuls dari reseptor ke
sistem saraf pusat juga meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke semua otot
rangka tubuh. Semua neuron sensorik masuk ke sumsum tulang belakang melalui
akar dorsal dan neuron motorik keluar dari sumsum tulang belakang melalui akar
ventral.
Sistem saraf autonom merupakan
bagian dari susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak dapat disadari dan bekerja
secara otomatis. Sistem saraf autonom mengendalikan kegiatan organ - organ
dalam seperti otot perut, pembuluh darah, jantung dan alat - alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom terdiri atas dua macam yaitu:
- Sistem saraf simpatik
- Sistem saraf parasimpatik
Sistem saraf simpatik terdiri atas
25 pasang ganglion yang berasal dari:
- Ruas tulang belakang : 3 pasang
- Ruas tulang punggung : 11 pasang
- Ruas tulang pinggang : 4 pasang
- Ruas tulang kelangkang : 4 pasang
- Ruas tulang ekor : 3 pasang
Dari ganglion - ganglion tersebut
keluar serabut saraf yang mengendalikan kerja organ seperti jantung, pembuluh
darah, kelenjar keringat dan semua alat dalam. Serabut saraf dari sistem saraf
parasimpatik juga menuju organ - organ yang dikendalikan oleh saraf simpatik.
Sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik bekerja secara antagonis
(berlawanan) dalam mengendalikan kerja suatu organ. Organ atau kelenjar yang
dikendalikan oleh sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik disebut
sistem pengendalian ganda. Apabila suatu organ menjadi aktif karena rangsangan
saraf simpatik, maka di lain pihak akan dilambatkan atau dihentikan oleh saraf
parasimpatik.
Perhatikan perbandingan pengaruh
kerja saraf simpatik dan saraf parasimpatik pada Gambar 3.9.
Di bagian awal pokok bahasan ini
sudah di singgung bahwa indra berperan sebagai reseptor, yaitu bagian tubuh
yang berfungsi sebagai penerima rangsangan. Ada lima macam indra yang berfungsi
sebagai penerima rangsangan yaitu:
- Mata, sebagai penerima rangsang cahaya (fotoreseptor).
- Telinga, sebagai penerima rangsang getaran bunyi
(fonoreseptor) dan tempat beradanya indra keseimbangan (statoreseptor).
- Hidung, sebagai penerima rangsang bau berupa gas
(kemoreseptor).
- Lidah, sebagai penerima rangsang zat yang terlarut
(kemoreseptor).
- Kulit, sebagai penerima rangsang sentuhan
(tangoreseptor) dan suhu (temperatur).
Tiap indra akan berfungsi dengan
sempurna apabila:
- Indra tersebut secara anatomi tidak ada kelainan.
- Bagian untuk penerima rangsang bekerja dengan baik.
- Saraf - saraf yang membawa rangsang dari dan ke otak
bekerja baik.
- Pusat pengolahan rangsang di otak bekerja baik.
Bila salah satu dari bagian tersebut
rusak atau terganggu, maka hubungan dengan dunia luar akan terganggu juga.
Mata berfungsi untuk menerima
rangsang berupa cahaya, karena di dalamnya terdapat reseptor penerima cahaya
yang disebut fotoreseptor. Mata terletak di dalam rongga mata yang dilindungi
oleh tulang - tulang tengkorak. Selain itu mata juga dilindungi oleh:
- Kelopak mata, berupa kulit tipis yang berfungsi untuk
melindungi mata dari debu atau sentuhan benda.
- Bulu mata, untuk melindungi mata dari cahaya yang
terlalu menyilaukan.
- Alis, untuk melindungi mata dari aliran keringat dan
air hujan.
- Air mata yang dihasilkan oleh kelenjar air mata, untuk
menjaga kelembapan mata dan membersihkan mata dari debu dan bakteri.
Mata manusia berbentuk agak bulat
dengan garis tengah kurang lebih 2,5 sentimeter. Mata tersebut terdiri atas
tiga lapisan jaringan yaitu:
Merupakan lapisan paling luar,
sangat kuat. Lapisan ini berwarna putih sehingga sering disebut lapisan putih
mata. Di bagian depan lapisan ini membentuk kornea yang bening, untuk menerima
cahaya masuk ke dalam mata. Kornea ini selalu basah oleh air mata yang
dihasilkan oleh kelenjar air mata.
Merupakan lapisan di bawah sklera
dan lapisan tengah bola mata. Bagian ini banyak mengandung melanin dan pembuluh
darah. Berfungsi untuk menghentikan refleksi cahaya yang menyimpang di dalam
mata. Di bagian depan mata, koroid membentuk iris. Iris ini mengandung pigmen
hitam, biru, hijau atau coklat, sehingga dapat sebagai penentu warna mata. Di
bagian tengah iris terdapat pupil yang merupakan celah (bukaan), untuk mengatur
intensitas cahaya yang masuk mata. Di belakang iris terdapat lensa mata
berbentuk cembung di kedua sisi yang diikat oleh ligamen suspensori. Mencembung
atau memipihnya lensa menyebabkan mata berakomodasi. Lihat Gambar 3.10 yang
memperlihatkan perubahan lensa mata.
Retina adalah lapisan mata paling
dalam. Pada lapisan ini terdapat bagian yang paling peka terhadap cahaya yaitu
bintik kuning (fovea). Selain itu pada retina juga terdapat bintik buta, yaitu
tempat keluarnya saraf mata. Pada retina tersusun kurang lebih 125 juta sel -
sel batang (sel basilus) yang mampu menerima rangsang cahaya tidak berwarna dan
untuk melihat pada keadaan cahaya redup. Selain sel batang, pada retina juga
terdapat kurang lebih 7 juta sel kerucut (sel konus) yang berfungsi menerima
rangsang cahaya kuat dan berwarna. Sel kerucut lebih banyak terdapat pada
bagian bintik kuning (fovea centralis). Jadi bila ingin melihat suatu benda
dengan jelas, maka bayangan harus jatuh di bagian ini.
Di retina juga dijumpai daerah yang
sama sekali tidak mengandung sel batang ataupun sel kerucut. Bagian ini disebut
bintik buta. Bila cahaya jatuh di daerah ini, kita tidak bisa melihat apa -
apa.
Suatu benda dapat di lihat oleh
mata, bila benda tersebut memantulkan cahaya. Cahaya yang dipantulkan oleh
benda masuk ke mata melalui kornea dan diteruskan ke lensa melalui pupil. Oleh
lensa, cahaya tersebut dibiaskan dan difokuskan di retina sehingga membentuk
bayangan kecil dan terbalik pada retina. Tetapi oleh otak bayangan tersebut
diartikan seperti gambar yang kita lihat.
Bayangan benda yang jatuh pada
bintik buta tidak akan terlihat.
Telinga merupakan tempat beradanya
indra pendengaran dan keseimbangan. Telinga manusia terdiri atas tiga bagian
yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Telinga luar terdiri atas:
- Daun telinga, berfungsi untuk menampung atau
mengumpulkan gelombang bunyi.
- Liang telinga (saluran auditori), berfungsi untuk
menyalurkan gelombang bunyi ke selaput gendang telinga. Liang telinga
panjangnya kurang lebih 2,5 sentimeter. Di sepanjang dinding liang telinga
terdapat rambut halus, kelenjar minyak dan kelenjar keringat, yang
berfungsi menghalangi debu dan air yang masuk.
- Selaput gendang telinga (membran tymphani), yang
membatasi telinga luar dan telinga tengah. Berfungsi untuk menangkap
getaran.
Telinga bagian tengah terdiri atas:
- Tulang - tulang pendengaran (osikel), yaitu berupa tiga
tulang kecil yang bersambung dari selaput gendang telinga menuju telinga
dalam. Ketiga tulang tersebut adalah tulang martil (malleus), yang
letaknya paling luar berhubungan dengan selaput gendang telinga.
Berikutnya adalah tulang landasan (inkus) yang menghubungkan martil dan
sanggurdi. Tulang paling dalam adalah tulang sanggurdi (stapes), yang
melekat dengan saluran rumah siput pada tingkap jorong.
- Saluran Eustachius, yaitu saluran sempit yang
menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang tenggorokan. Saluran
ini terbuka saat kita mengunyah, menguap, bersin atau membuka mulut.
Fungsi saluran ini adalah untuk memasukkan udara ke rongga telinga tengah
sehingga tekanan udara di kedua gendang telinga sama dengan udara di luar
tubuh.
Telinga bagian dalam terdiri atas:
- Tingkap jorong dan tingkap bulat, merupakan membran
yang terdapat pada pangkal saluran rumah siput (kokhlea). Tingkap jorong
merupakan membran berbentuk oval yang berhubungan dengan tulang sanggurdi.
Sedangkan tingkap bundar merupakan membran berbentuk bundar/ bulat.
Tingkap berfungsi untuk menyalurkan getaran ke telinga dalam dan tingkap
bulat sebagai penyeimbang getaran.
- Saluran rumah siput (kokhlea), yaitu saluran berbentuk
spiral menyerupai rumah siput. Di dalam kokhlea ( di bagian tengah)
terdapat organ corti, yang berisi ribuan "sel rambut" yang peka
terhadap getaran. Impuls yang timbul di dalam sel rambut tersebut
diteruskan oleh saraf auditori ke otak (lihat Gambar 3.13).
- Tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semi
sirkularis), yaitu tiga buah saluran setengah lingkaran yang satu dengan
yang lain membentuk sudut 90°. Pada ujung setiap saluran terdapat
penebalan (menggelembung) yang disebut ampulla dan bergabung dengan utrikulus
dan sakulus.
Bagaimanakah kita dapat mendengar
suatu bunyi? Kita dapat mendengar suatu bunyi pada dasarnya dengan urutan
sebagai berikut (lihat Gambar 3.15).
- Gelombang bunyi diterima daun telinga.
- Gelombang bunyi disalurkan masuk oleh liang telinga.
- Gelombang bunyi menggetarkan gendang telinga.
- Getaran tersebut diteruskan oleh tulang-tulang.
pendengaran (osikel).
- Getaran diteruskan ke tingkat jorong dan menggetarkan
cairan limfe di dalam kokhlea.
- Getaran cairan limfe di dalam kokhlea menggerakkan sel
reseptor organ korti, yang menghasilkan impuls untuk dihantarkan oleh
saraf pendengar ke otak untuk diartikan.
- Getaran cairan limfe juga menggerakkan tingkap bulat
bergerak keluar masuk untuk mengatur tekanan udara di dalam agar seimbang
dengan tekanan di luar.
Bunyi yang didengar manusia adalan
bila bunyi tersebut mempunyai frekuensi 20 - 20 000 getaran/detik (Hz).
Selain sebagai indra pendengaran,
telinga juga sebagai indra keseimbangan. Fungsi keseimbangan ini terdapat pada
telinga dalam yang dilaksanakan oleh tiga saluran setengah lingkaran utrikulus
dan sakulus. Dengan adanya tiga organ tersebut maka telinga bagian dalam dapat
mendeteksi:
- Posisi tubuh yang berhubungan dengan gravitasi
(keseimbangan statis) yang dilakukan oleh utrikulus dan sakulus.
- Gerakan tubuh (keseimbangan dinamis) yang dilakukan
oleh tiga saluran setengah lingkaran.
Pada ujung setiap saluran setengah
lingkaran terdapat struktur yang disebut ampulla. Di dalamnya terdapat reseptor
menyerupai rambut yang berhubungan dengan serabut saraf otak. Sel - sel yang
menyerupai rambut tersebut menghadap ke bagian yang berbentuk jeli (lihat
Gambar 3.15). Dengan adanya gerakan tubuh (kepala), maka cairan yang ada di
dalam saluran setengah lingkaran bergerak dan merangsang sel reseptor seperti
rambut tersebut. Oleh sel reseptor gerakan tersebut diubah menjadi impuls dan
diteruskan ke otak dan otak memerintah otot menjaga keseimbangan tubuh.
Sedangkan di utrikulus dan sakulus terdapat batu kecil yang disebut otolith.
Batu tersebut merangsang dengan cara menekan sel reseptor serta bereaksi
terhadap gravitasi. Otak akan dapat menentukan posisi kepala dari gerakannya.
Hidung manusia merupakan organ
tempat beradanya reseptor pembau (khemoreseptor). Maka dengan organ ini kita
dapat mengetahui berbagai macam bau. Bahkan hanya dengan mambau saja kita dapat
mengetahui nama benda tanpa harus melihatnya. Sel - sel reseptor yang berfungsi
untuk menerima rangsangan zat kimia berupa uap terletak di rongga hidung bagian
atas (lihat Gambar 3.16). Daerah ini memiliki ukuran sekitar 250 mm2.
Sel - sel reseptor ini mempunyai rambut - rambut halus (silia) di ujungnya dan
diliputi selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembap. Dari sel - sel
reseptor ini rangsang dibawa oleh serabut saraf menuju pusat pembau di otak.
Kita dapat membau suatu zat karena
zat yang berupa uap tersebut masuk ke rongga hidung sewaktu kita menarik napas.
Zat tersebut akan dilarutkan pada selaput lendir dan merangsang sel - sel
reseptor, kemudian dibawa oleh saraf pembau ke otak sehingga kita dapat
mengetahui bau tersebut.
Lidah merupakan tempat beradanya
indra pengecap (khemoreseptor). Zat yang dapat dikecap adalah zat - zat kimia
berupa larutan. Pada saat kita mengecap makanan, rasa yang timbul sebenarnya adalah
perpaduan antara rasa dan bau. Oleh karena itu indra pengecap erat kaitannya
dengan indra pembau. Lidah terbentuk oleh jaringan otot yang ditutupi oleh
selaput lendir yang selalu basah dan berwarna merah jambu. Di dalam mulut,
permukaan lidah terasa halus dan licin. Coba kalian perhatikan lidah kalian di
cermin, maka akan tampak tonjolan - tonjolan kecil di permukaan lidah. Tonjolan
kecil itu disebut papila. Ada tiga jenis papila yang ada di permukaan lidah
yaitu:
- Papila sirkumvalata, yang berbentuk cincin. Papila ini
terdapat di pangkal lidah, berjajar membentuk huruf V.
- Papila fungiformis, yang berbentuk seperti jamur.
Papila ini menyebar di permukaan ujung dan sisi lidah.
- Papila filiformis, yang berbentuk seperti rambut.
Papila ini merupakan papila terbanyak. Papila inilebih banyak berfungsi
sebagai perasa sentuhan daripada pengecap.
Pada papila - papila inilah terdapat
kuncup pengecap yang merupakan kumpulan ujung-ujung saraf pengecap dan oleh
serabut - serabut saraf dihubungkan dengan otak. Suatu zat dapat dirasakan oleh
lidah bila zat tersebut berupa larutan. Larutan tersebut kemudian memenuhi
parit - parit di sekitar papila - papila. Karena pada papila tersebut terdapat
kuncup - kuncup pengecap, maka zat yang mengisi parit tersebut merangsang kuncup
pengecap. Rangsangan ini diteruskan oleh serabut saraf menuju ke otak untuk
diartikan. Kuncup - kuncup pengecap dapat membedakan empat rasa pokok yaitu
asam, pahit, manis dan asin. Namun terkadang kita juga dapat merasakan lebih
dari empat rasa tersebut. Hal ini terjadi karena melibatkan faktor - faktor
lain yaitu:
- Kombinasi keempat rasa utama tersebut menghasilkan rasa
baru.
- Peranan reseptor - reseptor pencium, suhu dan sentuhan.
Keempat rasa tersebut di atas,
dirasakan oleh kuncup - kuncup pengecap yang berbeda dan kuncupkuncup tersebut
berkumpul pada bagian tertentu di permukaan lidah (lihat Gambar 3.17). Namun
tiap orang mempunyai variasi keluasan daerah penyebaran rasa tersebut.
Selain sebagai alat ekskresi, kulit
juga berfungsi sebagai indra perasa dan peraba. Reseptor - reseptor yang
terdapat pada kulit adalah:
- Korpus meissner, yang terletak di dekat permukaan
kulit. Berfungsi untuk menerima rangsang sentuhan/ rabaan. Reseptor ini
tersebar tidak merata di permukaan kulit. Ujung jari memiliki paling
banyak reseptor peraba.
- Korpus pacini, yang berfungsi menerima rangsang
tekanan. Letaknya di bawah lapisan dermis.
- Korpus ruffini, berfungsi untuk menerima rangsang
panas. Letaknya di lapisan dermis.
- Korpus krause, befungsi untuk menerima rangsang dingin.
Letaknya di lapisan dermis.
- Ujung saraf tanpa selaput, yang peka terhadap rasa
sakit/ nyeri. Letaknya di lapisan epidermis. Saraf ini sangat penting
untuk keselamatan tubuh. Jika terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan,
saraf ini cepat bereaksi, antara lain dengan adanya gerak refleks.
Beberapa kelainan atau penyakit pada
alat indra yang biasa kita jumpai dalam kehidupan sehari - hari antara lain:
Yaitu kelainan pada mata dimana
bayangan yang dibentuk oleh lensa jatuh di depan retina. Kelainan ini terjadi
karena lensa mata terlalu cembung atau garis tengah mata panjang. Kelainan ini
dapat ditolong dengan menggunakan lensa negatif.
Yaitu kelainan mata dimana bayangan
yang dibentuk oleh lensa jatuh di belakang retina. Kelainan ini terjadi karena
lensa mata terlalu pipih atau garis tengah mata pendek. Kelainan ini dapat
ditolong dengan menggunakan lensa positif.
Yaitu kelainan pada mata karena
tidak elastisnya lensa mata untuk berakomodasi. Penderita kelainan ini biasanya
menggunakan lensa ganda yaitu lensa positif dan lensa negatif.
Kelainan pada mata karena defisiensi
vitamin A. Akibatnya penderita kesulitan melihat benda saat terjadi perubahan
dari terang ke gelap atau saat senja.
Yaitu mengeruhnya lensa mata, yang
dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin B atau juga faktor usia.
Evaluasi
1.
Sebutkan 3 komponen yang harus
dimiliki oleh sistem saraf dan jelaskan!
Sumber : Dian Dini Primadani
2.
Buatlah skema terjadinya
gerak sadar!
Sumber : Moch. A’an S
Sumber : Moch. A’an S
3.
Apa yang dimaksud dengan
penyakit Parkinson?
Sumber : Dian Dini Primadani
Sumber : Dian Dini Primadani
4.
Sebutkan 3 otot penggerak
mata dan jelaskan fungsinya!
Sumber : Dian Dini Primadani
Sumber : Dian Dini Primadani
5.
Sebutkan bagian-bagian
telinga!
Sumber : Bumer Firginia Putra
Sumber : Bumer Firginia Putra
6.
Sebutkan 3 jenis papila yang
terdapat pada lidah!
Sumber : Dian Dini Primadani
Sumber : Dian Dini Primadani
7.
Sebutkan beberapa contoh
gerak refleks!
Sumber : Dhea Putri W F
Sumber : Dhea Putri W F
8.
Apa yang dimaksud dengan
sistem saraf?
Sumber : Moch. A’an S
Sumber : Moch. A’an S
9.
Apa yang dimaksud dengan
otosklerosis?
Sumber : Dian Dini Primadani
Sumber : Dian Dini Primadani
10. Sebutkan bagian mata yang ditunjukkan oleh
nomer 2, 3, 8, 14 dan 15!
Sumber : Dian Dini Primadani
Jawaban
1.
Reseptor : Alat penerima
rangsangan atau impuls.
Penghantar Impuls : Dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (Akson).
Efektor : Bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls.
Penghantar Impuls : Dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (Akson).
Efektor : Bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls.
2.
Impuls » Reseptor » Saraf Sensorik » Otak » Saraf Motorik
» Efektor/Otot.
3.
Kerusakan yang terjadi pada
kumpulan sel-sel saraf dibagian bawah otak besar akan menyebabkan
gerakan-gerakan yang tidak perlu pada bagian tubuh.
4.
Muskulus rektus okuli medial
berfungsi menggerakkan bola mata.
Muskulus obliques okuli inferior berfungsi menggerakkan bola mata ke bawah dan ke dalam.
Muskulus obliques okuli superior berfungsi memutar mata ke atas dan ke bawah.
Muskulus obliques okuli inferior berfungsi menggerakkan bola mata ke bawah dan ke dalam.
Muskulus obliques okuli superior berfungsi memutar mata ke atas dan ke bawah.
5.
Daun telinga, lubang telinga,
kelenjar minyak, selaput gendang, saluran eustachius, tulang pendengaran,
tingkap jorong, rumah siput dan tiga saluran setengah lingkaran.
- Papila
sirkumvalata, Papila fungiformis, Papila filiformis.
- -
Terangkatnya kaki ketika menginjak sesuatu
- Menutup hidung ketika mencium bau tidak sedap
- Gerakan tangan melepaskan benda yang bersuhu tinggi - Salah
satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor
untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh.
- Kelainan
pada tulang sanggurdi yang ditandai dengan gejala tinitus (dering pada
telinga) ketika masih kecil.
- 2 : Iris
3 : Lensa
8 : Otot
14 : Arteri dan Vena retina
15 : Retina


Tidak ada komentar:
Posting Komentar